Langsung ke konten utama

Postingan

PK vs PKS

Kisruh PKS (1) Tiada Beda PKS dengan Partai Lain? Jakarta- Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan (PK) yang kemudian bermetamorfosis menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), membuat banyak orang terhenyak. Dia membeberkan skandal penggelapan dana PKS yang dilakukan pimpinan partai itu. Dia juga menambahkan adanya perilaku tidak Islami di kalangan pimpinan partai, karena melakukan poligami secara tidak sah.

Jam Korup Di Neraka

Ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu neraka. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana. Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja. Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di neraka juga berbeda kecepatan putarannya. Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana mengapa hal itu terjadi. "Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup." Sang malaikat menjelaskan, "Semakin jujur pemerintahan negara Anda, jam negara Anda di sini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya." "Coba lihat," kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, "Jam Filipina berputar ken...

Inggris Juga Negara Korup

Pangeran Charles datang ke Indonesia, ia mengeritik bahwa pejabat di Indonesia memang pejabat negara yang korup. Tentu saja ini membuat berang anggota DPR. Dalam suatu kesempatan seorang anggota DPR ingin membalasnya dengan datang ke Inggris dan menunjukkan bahwa di Inggris pun ada pejabat instansi yang korup. Maka ia berfoto di depan instansi itu dan hasilnya diberikan ke Pangeran Charles. Dalam suratnya ditulis, ”Yang Mulia, ternyata instansi di belakang saya ini adalah instansi terkorup di negara anda.” Tapi anehnya, Pangeran Charles malah tersenyum ketika membuka surat tersebut. Sebab ternyata, yang difoto anggota DPR itu adalah Kantor Kedutaan Besar RI

Baru Punya Handphone

Ucup dan Acep baru punya handphone. Ucup : "Cep ngapain lho megangin pager rumah?" Acep : "Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa..." Ucup : "Eh, ape hubunganye nempel di pager ama isi pulsa Cep? Telpon operator aje. Susah amat sih." Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruh operator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol gue." Ucup : "Gue lebih parah coy." Asep : "Emang elu kenape?" Ucup : "Gue malah disuruh mencet bintang."

Sudah Kesasar, Digebukin Lagi

Bayangkan jika di suatu saat Anda ingin berlibur ke Bali. Sebuah tempat yang belum pernah Anda kunjungi sehingga menjadi impian besar. Sebelum memulai perjalanan, tentu Anda membayangkan betapa indahnya Pulau Dewata. Sebuah pulau yang namanya saja lebih berkibar daripada Indonesia. Anda bahkan juga sudah merancang apa saja yang akan dilakukan di sana. Dengan semangat dan harapan yang tinggi, Anda pun segera memulai perjalanan.

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.

Penunggang Demo Adalah Kolor Ijo

Belakangan ini demo menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM makin digandrungi. Sebagaimana tradisi sebelumnya, demo kali ini juga dipelopori mahasiswa. Baik yang masih aktif kuliah, sedang skripsi maupun yang sedang terancam DO (Drop Out). Situasinya hampir sama dengan pada saat Reformasi ‘98. Hanya bedanya, pada tahun 98 hukum mahasiswa yang tidak ikut demo adalah haram. Saking haramnya, sampai-sampai malaikat seolah-olah tutup mata dengan kabar adanya temuan kondom yang berserakan di sekitar Gedung MPR/DPR pada hari puncak reformasi. Sedangkan sekarang tidak demikian. Mahasiswa yang tidak ikut demo hanya dihukumi sebatas makruh saja.  Paling-paling mentok  hukumnya hanya berubah menjadi  fardlu kifayah  (kalau sudah ada yang mengerjakan, maka yang lain gugur kewajiban,  red ). Jadi jangan heran jika jumlah demonstran kali ini masih sepersekian dari jumlah peluru aparat. Jumlah yang masih sangat lemah untuk bisa menjebol pagar halaman Gedung Grahadi. Apalagi menembus barika...