Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Slilit

Ke(tidak)adilan "Wani Piro"

Seorang bu mengendarai sepeda motor. Sang anak yang baru berusia 5 tahun duduk di depan. Ketika hendak mendahului sebuah truk gandeng dari sisi kiri, tiba-tiba perempuan itu kehilangan keseimbangan. Kondisi semakin tidak terkendali karena perempuan itu menyetir hanya dengan satu tangan. Sebab, tangan satunya harus memegangi anaknya yang baru berusia 5 tahun. Dan akhirnya....bruakkk !!! Sepeda motor yang dikendarai perempuan itu menyenggol badan truk gandeng. Perempuan itu langsung terpelanting dan jatuh tepat di depan roda truk yang sedang melaju. Perempuan itu meninggal di TKP. Beruntung anak yang masih dalam dekapan ibunya tidak ikut terlindas dan hanya mengalami luka ringan.

Doa Mahatma Gandhi

Doa telah menyelamatkan hidupku, Seandainya aku tidak ditolong oleh do’a, Aku sudah lama jadi gila Baik dalam hidup pribadi maupun dalam hidup politik, Aku telah mengalami percobaan yang hampir tak tertahan Kadang-kadang aku nyaris tenggelam ke dalam kancah putus asa Hanya karena kekuatan doa Aku tidak pernah mundur dalam cita-citaku Dalam perjalanan hidupku

Detik-detik Wafatnya Rasulullah

Subhanallah !!! Tak satu pun kisah agung dari manusia-manusia pilihan yang melebihi kisah yang satu ini. Haru, sedih, bahagia, bangga bergulat menjadi satu saat menyimak detik-detik wafatnya Rasulullah. Pembaca seolah-olah turut hadir di sana. Kisah ini bermula dari turunnya wahyu yang diterima Rasulullah saat melaksanakan Haji Wada' (perpisahan, red). Firman Allah (QS Al-Maidah : 3) itu berbunyi, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamaku, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai islam itu menjadi agama bagimu". Ketika Rasulullah menceritakan hal ini kepada para sahabat, maka menangislah Abu Bakar As-Shiddiq RA. "Apa yang membuatmu menangis dalam ayat tersebut?" tanya Rasulullah pada Abu Bakar. Sesaat sahabat yang merupakan  khulafa'urrasyidin  paling tua ini hanya terdiam. Lalu ia berkata, "Ini adalah berita kematian Rasulullah".

Khotbah Jumat

Gara-gara tidak bisa tidur saat khutbah Jumat, malah dapat ilmu. Diakui atau tidak, khutbah jumat di sejumlah masjid acapkali membosankan. Sang khotib biasanya hanya sekedar mengulang 'yang itu-itu' saja. Bahkan tidak jarang isinya malah justru provokasi yang menyudutkan golongan Islam tertentu. Jamaah sholat Jumat dijejali dengan informasi-informasi yang belum tentu benar.

Sudah Kesasar, Digebukin Lagi

Bayangkan jika di suatu saat Anda ingin berlibur ke Bali. Sebuah tempat yang belum pernah Anda kunjungi sehingga menjadi impian besar. Sebelum memulai perjalanan, tentu Anda membayangkan betapa indahnya Pulau Dewata. Sebuah pulau yang namanya saja lebih berkibar daripada Indonesia. Anda bahkan juga sudah merancang apa saja yang akan dilakukan di sana. Dengan semangat dan harapan yang tinggi, Anda pun segera memulai perjalanan.

Agama dan Sains

 Wawancara penulis dengan Muhammad Nuh (Rektor ITS) Apa pengertian agama menurut Anda ? Jadi begini, ada konsep dasar yang harus kita tata. Pertama tentang keberadaan manusia, apakah sebagai sesuatu yang by accident (tiba-tiba ada, Red) atau by design . Saya melihat keberadaan manusia dan makhluk lainnya serta alam semesta ini bukan parhazard (bahasa Perancis, artinya sama dengan by accident), melainkan by design . Ada yang merancang dan merencanakan. Itu bisa dilihat dari beberapa fenomena, baik dari dalam diri manusia itu sendiri maupun dari alam semesta. Yaitu adanya keberaturan, itu yang paling pokok. Adanya keberaturan itu menandakan bahwa kejadian ini bukan by accident. Mulai dari yang sifatnya makrokosmis sampai mikrokosmis. Berangkat dari situ, yang perlu kita pahami adalah bagaimana grand scenario ini bisa diselamatkan. Kata kuncinya adalah harus ada rule of the game . Di situlah pentingnya pertama kali kita harus mengenal siapa yang mendesign ini. Tentu sangat tidak mungki...

Tasawuf Modern

Wawancara langsung penulis (ketika masih jadi wartawan) dengan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun beberapa tahun yang lalu. Di tengah era globalisasi, pengaruh negatif dalam bentuk pornografi, seks bebas, kekerasan dan narkoba semakin tak terhindarkan. Bagaimana Islam bisa hidup di tengah kondisi masyarakat yang semacam ini ? Ya ndak masalah. Wong Islam itu ajaran nilai yang sifatnya hanya memberi pilihan-pilihan. Kalau mau ikut silakan, gak melok pun yo sak karep . Wong sekarang ini semuanya serba ruwet. Di media massa kita lihat orang cengengas-cengengis , seolah tidak ada yang salah dalam hidup ini. Kalau musim puasa semua orang pakai jilbab, tapi setelah itu telanjang semua. Koran juga begitu, kalau puasa ramai-ramai bikin wawancara yang seolah-olah Islami. Tapi setelah itu ya lewat. Anda terlihat kecewa sekali dengan kondisi sekarang ? Oh, tidak. Karena memang saya tidak pernah berpikir bahwa masyarakat itu akan baik. Jadi saya tidak kaget kalau masyarakat sekarang jadi seperti ini...