Langsung ke konten utama

Postingan

Sudah Kesasar, Digebukin Lagi

Bayangkan jika di suatu saat Anda ingin berlibur ke Bali. Sebuah tempat yang belum pernah Anda kunjungi sehingga menjadi impian besar. Sebelum memulai perjalanan, tentu Anda membayangkan betapa indahnya Pulau Dewata. Sebuah pulau yang namanya saja lebih berkibar daripada Indonesia. Anda bahkan juga sudah merancang apa saja yang akan dilakukan di sana. Dengan semangat dan harapan yang tinggi, Anda pun segera memulai perjalanan.

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.

Penunggang Demo Adalah Kolor Ijo

Belakangan ini demo menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM makin digandrungi. Sebagaimana tradisi sebelumnya, demo kali ini juga dipelopori mahasiswa. Baik yang masih aktif kuliah, sedang skripsi maupun yang sedang terancam DO (Drop Out). Situasinya hampir sama dengan pada saat Reformasi ‘98. Hanya bedanya, pada tahun 98 hukum mahasiswa yang tidak ikut demo adalah haram. Saking haramnya, sampai-sampai malaikat seolah-olah tutup mata dengan kabar adanya temuan kondom yang berserakan di sekitar Gedung MPR/DPR pada hari puncak reformasi. Sedangkan sekarang tidak demikian. Mahasiswa yang tidak ikut demo hanya dihukumi sebatas makruh saja.  Paling-paling mentok  hukumnya hanya berubah menjadi  fardlu kifayah  (kalau sudah ada yang mengerjakan, maka yang lain gugur kewajiban,  red ). Jadi jangan heran jika jumlah demonstran kali ini masih sepersekian dari jumlah peluru aparat. Jumlah yang masih sangat lemah untuk bisa menjebol pagar halaman Gedung Grahadi. Apalagi menembus barika...

Babi Lari Ke Papua

Seekor babi hutan dari pedalaman Timika di Papua lari ketakutan menyeberangi perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Ia merasa diburu-buru tentara Indonesia. Ia baru berhenti ketika ada seekor babi hutan Papua Nugini menyatakan bahwa ia sudah berada dalam wilayah Papua Nugini. "Mengapa Anda berlari?" tanya babi Papua Nugini. "Terus terang saya khawatir pada tentara Indonesia. Mereka mengebiri semua laki-laki di sana," ujar babi Indonesia. "Tapi anda ‘kan bukan manusia. Anda kan cuma seekor babi hutan?" "Justru itulah. Mereka mengebiri dulu baru bertanya kemudian," ujar babi Indonesia.

Gaji Orang Indonesia

Saat ‘ngrumpi’ di luar tugas antara orang Indonesia dan orang Eropa saling menanya perihal penghasilan masing-masing. “Berapa gaji anda dan untuk apa saja uang sejumlah itu?,” tanya orang Indonesia mengawali pembicaraan. Orang Eropa menjawab, “Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan." ”Lalu sisa 500 Euro untuk apa?” tanya orang Indonesia. Orang Eropa menjawab secara ketus, "Oh ... itu urusan saya, Anda tidak perlu bertanya!" Kemudian orang Eropa balik bertanya, “Kalau penghasilan anda?” "Gaji saya Rp950 ribu, Rp450 ribu untuk tempat tinggal, Rp350 ribu untuk makan, Rp250 ribu untuk transport, Rp200 ribu untuk sekolah anak, Rp200 ribu, bayar cicilan pinjaman, ... Rp100 ribu untuk....". Saat orang Indonesia ‘nrocos’ menjelaskan, orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya. "Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?," kata orang Eropa itu keheranan. Kemudian...

Reformasi Apa Onani ?

Hari ini sepuluh tahun lalu. Para aktivis menyambut jatuhnya Rezim Orde Baru dengan gegap gempita. Sorak sorai bergemuruh di mana-mana. Di ibu kota dan di kota-kota kecil, di sekitar istana dan di kampus-kampus, di ruang lobi hotel dan di warung-warung kopi, di ruang paviliun dan di sekitar ponten terminal, di sela jlepitan koper dan di balik jahitan kutang. Pokoknya di seluruh jagad angkasa nusantara hingga ke liang lahat.

Agama dan Sains

 Wawancara penulis dengan Muhammad Nuh (Rektor ITS) Apa pengertian agama menurut Anda ? Jadi begini, ada konsep dasar yang harus kita tata. Pertama tentang keberadaan manusia, apakah sebagai sesuatu yang by accident (tiba-tiba ada, Red) atau by design . Saya melihat keberadaan manusia dan makhluk lainnya serta alam semesta ini bukan parhazard (bahasa Perancis, artinya sama dengan by accident), melainkan by design . Ada yang merancang dan merencanakan. Itu bisa dilihat dari beberapa fenomena, baik dari dalam diri manusia itu sendiri maupun dari alam semesta. Yaitu adanya keberaturan, itu yang paling pokok. Adanya keberaturan itu menandakan bahwa kejadian ini bukan by accident. Mulai dari yang sifatnya makrokosmis sampai mikrokosmis. Berangkat dari situ, yang perlu kita pahami adalah bagaimana grand scenario ini bisa diselamatkan. Kata kuncinya adalah harus ada rule of the game . Di situlah pentingnya pertama kali kita harus mengenal siapa yang mendesign ini. Tentu sangat tidak mungki...