Langsung ke konten utama

Postingan

Strategi Perang Sun Tzu

Bab 1. Strategi untuk Menang Strategi 1 : Perdaya Langit untuk melewati Samudera Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.

Meraih Sukses Tanpa Kompetisi

  “Cobalah mandi tengah malam dengan niat m ensucikan diri. Setelah itu, lakukan sholat malam disambung dengan dzikir. Keesokan harinya, berangkatlah ke tempat usaha dengan niat ibadah. Niat untuk mencari nafkah guna menghidupi keluarga. Jauhkan pikiran dari keserakahan dan segala bentuk persaingan bisnis. Jangan menoleh kanan kiri. Tetaplah fokus untuk bekerja dengan niat ibadah semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang sudah Allah berikan” .

Karomah Mbah Muqoyyim Buntet

Mangkatnya Pangeran Girilaya pada tahun 1662 M menyebabkan konflik internal yang cukup memprihatinkan. Pertikaian internal antara Pangeran Sepuh II dan Pangeran Arya Cirebon menjadi alasan bagi Belanda untuk menancapkan pengaruhnya di kesultanan. Sehingga kesultanan pecah menjadi empat dengan pemimpinnya sendiri-sendiri.Ditengah suasana seperti itu, tepatnya pada tahun 1689 M, Mbah Muqoyyim lahir di desa Srengseng Krangkeng, Karang Ampel Indramayu. Berdasarkan buku silsilah pesantren Buntet, beliau adalah putra Kyai Abdul Hadi yang berdarah kesultanan Cirebon. Diyakini, Mbah Muqoyyim mendapat ilmu secara laduni, diperolehnya tanpa melalui proses belajar. Namun, ada juga pihak yang meyakini bahwa beliau mendapat ilmu agama dari sebuah pesantren di Jawa, tapi tidak terdapat dokumen yang memberikan penjelasan ihwal keberadaan pesantren tersebut.

Akherat Rasa Dunia

Saridin ngopi bareng sama Wakidi.... Wakidi : Beberapa bulan terakhir ini aku berusaha meninggalkan urusan dunia dan lebih fokus pada urusan akherat Saridin : Oh ya? Syukurlah. Terus...kegiatanmu opo ? Wakidi : Alhamdulillah aku sekarang lebih banyak sholat malam. Sudah 6 bulan ini tak lakoni secara istiqomah . Saridin : Hmmm.... Wakidi : Aku sekarang juga lebih banyak dzikir Saridin : Emang apa yang kamu harapkan?

Calon Karyawan

Mencari kerja bukanlah hal yang mudah. Apalagi hidup di jaman seperti sekarang. Lihatlah kisah memilukan dari seorang sahabat di bawah ini. Dia berusaha mencari kerja untuk menghidupi anak istrinya di rumah. Direktur        : Kowe nduwe omah opo ora.....? Pelamar        : Dereng.... Direktur        : Wah kowe ora iso ketompo nang kene Pelamar        : Lho kok ngaten........? Direktur        :  Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan. Pelamar        : Ah.. mboten kok, Sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih. Direktur        : Yo malah ora ketompo Pelamar        : Lho kok ngaten.....? Direktur        : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang-nongkrong ae.

Perang Telik Sandi

Saya mendiskusikan dengan Duta Besar Amerika Serikat tentang pertanyaan yang tertera pada No: 67786/65. Pada dasarnya Duta Besar setuju dengan posisi kita, tetapi meminta waktu untuk menyelidiki aspek-aspek tertentu dari masalah ini. Menjawab pertanyaan saya tentang kemungkinan pengaruh kunjungan Bunker ke Jakarta, Duta Besar tidak melihat alasan untuk mengubah rencana bersama kita. Sebaliknya, kunjungan utusan pribadi Presiden Amerika Serikat akan memberi kita lebih banyak waktu untuk mempersiapkan operasi yang sangat detail. Duta Besar merasa bahwa diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk membawa usaha kita menjadi lebih selaras. Dalam hubungan ini, ia mengatakan bahwa akan berguna [bagi kita] untuk memberitahukan lagi kepada sahabat tentara lokal kita bahwa disiplin dan koordinasi tindakan sangat penting bagi keberhasilan rencana kita. Saya berjanji untuk mengambil semua langkah yang diperlukan. Saya akan melaporkan pandangan pribadi saya pada waktunya nanti.

Karomah KH Mohammad Ma'roef RA

Mbah Ma'roef yang sejak kecil sudah ditinggal mati kedua orang tuanya, akhirnya diasuh oleh Mbah Nyai Bul Kijah (kakak perempuannya yang sulung). Karena kondisi ekonomi yang pas-pasan, tak heran kalau di usia wajib belajar beliau belum bersekolah. Mbah Ma’roef hanya belajar mengaji Al Qur’an yang diajari sendiri oleh kakaknya. Itupun kakaknya sering mengeluh karena apa yang telah diajarkan seakan tidak ada yang nyantol di otak Mbah Ma’roef. Saking jengkelnya, akhirnya mbak ayunya menyuruh adiknya agar sering puasa Senin-Kamis. Saran tersebut dilaksanakan oleh Mbah Ma’roef.