Langsung ke konten utama

Akherat Rasa Dunia

Saridin ngopi bareng sama Wakidi....

Wakidi : Beberapa bulan terakhir ini aku berusaha meninggalkan urusan dunia dan lebih fokus pada urusan akherat
Saridin : Oh ya? Syukurlah. Terus...kegiatanmu opo?
Wakidi : Alhamdulillah aku sekarang lebih banyak sholat malam. Sudah 6 bulan ini tak lakoni secara istiqomah.
Saridin : Hmmm....
Wakidi : Aku sekarang juga lebih banyak dzikir
Saridin : Emang apa yang kamu harapkan?




Wakidi : Dalam setiap doaku, aku memohon kepada Gusti Allah banyak hal.
Saridin : Opo ae?
Wakidi : Pertama, aku berdoa agar tetap diberikan kelancaran rejeki serta dimudahkan semua urusan. Kedua, aku berdoa agar anakku bisa diterima di kedokteran sesuai cita-citanya. Ketiga, aku berdoa semoga anakku yang pertama segera dapat jodoh yang baik. Kasihan, umurnya sudah 34 tahun tapi belum ketemu jodohnya. Wis pokok'e banyaklah doaku...
Saridin : Jiaaahhhhhh.......Di Wakidi. Iku ngono jenenge casinge thok sing akherat. Mesinne pancet urusan dunyo. Tunggale ae karo wong-wong iku. Teko njobo ketok ahli ngibadah, ning sing disuwun nang Gusti Allah pancet urusan dunyo.
Wakidi : ?!?!?!?!?!?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Cantik Yang Haram

Out of The Box 411 : Bunga Cantik Yang Haram “ …Pihak berwenang Hong Kong telah menyatakan empat dari orang-orang Cina tersebut sebagai orang-orang yang berbahaya karena mereka merupakan anggota masyarakat kriminal Cina yang dikenal sebagai Masyarakat Triad Pang Hijau yang sebelum tahun 1949 beroperasi di Cina Utara… ” – Diambil dari buku “ The Chinese Mafia ” – Ditulis oleh seorang pengacara Fenton Bresler yang melakukan investigasi ke berbagai negara selama 3 tahun khusus untuk mempersiapkan buku ini.

Jangan Lihat Sampulnya !

Wakidi : nanti kalau sholat jum'at, aku pengen pake baju terbaikku. Pengen pake parfumku yg paling mahal. Songkok terbaik dan juga sarung termahalku yang jarang tak pake . Saridin : Kok tumben... emang ada apa? Wakidi : Ya namanya mau menghadap Allah, masak mau asal-asalan?  

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.