Langsung ke konten utama

Detik-detik Wafatnya Rasulullah

Subhanallah !!! Tak satu pun kisah agung dari manusia-manusia pilihan yang melebihi kisah yang satu ini. Haru, sedih, bahagia, bangga bergulat menjadi satu saat menyimak detik-detik wafatnya Rasulullah. Pembaca seolah-olah turut hadir di sana.

Kisah ini bermula dari turunnya wahyu yang diterima Rasulullah saat melaksanakan Haji Wada' (perpisahan, red). Firman Allah (QS Al-Maidah : 3) itu berbunyi, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamaku, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai islam itu menjadi agama bagimu". Ketika Rasulullah menceritakan hal ini kepada para sahabat, maka menangislah Abu Bakar As-Shiddiq RA.

"Apa yang membuatmu menangis dalam ayat tersebut?" tanya Rasulullah pada Abu Bakar. Sesaat sahabat yang merupakan khulafa'urrasyidin paling tua ini hanya terdiam. Lalu ia berkata, "Ini adalah berita kematian Rasulullah".

Sepulang dari menjalankan Haji Wada', tepatnya 7 hari sebelum beliau wafat, Allah kembali berfirman. "Dan perihalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah SWT. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)". (QS. Al Baqarah : 281)

Rasulullah SAW mulai kelihatan sakit. Beliau bersabda: "Aku ingin mengunjungi suhada Uhud". Maka Rasulullah berangkat pagi menuju Jabal Uhud di awal-awal Bulan Shafar Tahun 11 H. Lalu Rasulullah berdiri di atas makam syuhada dan berkata, "Assalamu'alaikum wahai syuhada Uhud. Kalian adalah orang-orang yang mendahului (kami), dan kami insya Allah akan menyusul kalian. Dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul (kalian)".

Kemudian Rasulullah pulang sambil menangis. Maka para sahabat bertanya kepada Rasulullah. "Apa yang membuat Anda menangis ya Rasulullah?" Beliau bersabda, "Aku merindukan saudara-saudara seiman". Mereka berkata, "Bukankah kami adalah saudaramu seiman wahai Rasulullah". Beliau bersabda lagi, "Bukan kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudara seimanku adalah suatu kaum yang datang setelahku. Mereka beriman kepadaku sedang mereka belum pernah melihatku".

Subhanallah ! Betapa mulianya Rasulullah. Betapa agungnya akhlaq Rasulullah. Dalam kondisi sakit, ketika malaikat maut sudah mulai bersiap-siap menjalankan tugasnya, Rasulullah masih sempat menangis karena merindukan kita (umatnya, red). Adakah kita merindukkan Rasulullah sebagaimana Rasulullah merindukan kita? Mudah-mudahan kita semua termasuk saudara-saudara seiman yang dirindukan Rasulullah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah. Amiiin.

Pada Hari Senin Tanggal 29 Shafar, Rasulullah menghadiri pemakaman di Baqi'. Ketika pulang Rasulullah merasa pusing di kepala dan panas badannya tinggi. Maka Rasulullah pun mulai sakit dan bertambah parah. Selama sakitnya itu Rasulullah tetap menjadi imam shalat selama 11 hari masa sakit beliau (sekitar 13-14 hari). Empat hari sebelum wafat, pada waktu shalat isya' Rasulullah meminta Abu Bakar menggantikannya sebagai imam.

Tiga hari sebelum wafat, sakitnya bertambah parah. Saat itu Rasulullah berada di rumah Sayyidah Maimunah. Rasulullah bersabda, "Kumpullah istri-istriku". Lalu Rasulullah bersabda, "Apakah kalian mengizinkan aku tinggal di rumah 'Aisyah?" Maka mereka menjawab, "Kami mengizinkan Anda wahai Rasulullah". Kemudian Rasulullah berdiri, tapi tidak mampu. Datanglah Ali bin Abi Thalib dan Al Fadl ibn Abbas. Keduanya membopong Rasulullah ke rumah Aisyah.

Sepanjang perjalanan menuju rumah 'Aisyah, kondisi Rasulullah yang sedang dibopong itu cukup menarik perhatian. Maka berkumpullah para sahabat di masjid .Dan mereka pun saling bertanya, "Ada apa dengan Rasulullah? Apa yang terjadi dengan Rasulullah".

Sesampainya di rumah Aisyah, wajah dan sekujur tubuh Rasulullah mengucurkan keringat. Berkatalah 'Aisyah, "Sungguh belum pernah aku melihat ada seorang manusia yang berkeringat deras seperti ini". Maka 'Aisyah mengambil tangan Rasulullah dan dengannya dia mengusap keringat yang mengucur di sekujur tubuh Rasulullah.

Mengapakah 'Aisyah mengusap keringat dengan tangan Rasulullah dan tidak dengan tangannya sendiri? 'Aisyah berkata, "Sesungguhnya tangan Rasulullah lebih lembut dan lebih mulia dari pada tanganku. Oleh karena itulah aku mengusap keringat beliau dengan tangan beliau dan tidak dengan tanganku". Sungguh, sebuah pengabdian dan bentuk penghormatan yang luar biasa terhadap Rasulullah.

Aisyah RA berkata, "Aku mendengar beliau berkata Laa ilaha illallah. Sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat. Laa ilaha illallah. Sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat".

Mulailah suara-suara di masjid menjadi gaduh. Bersabdalah Rasulullah, "Ada apa ini". 'Aisyah pun menjawab, "Sesungguhnya manusia mengkhawatirkan Anda ya Rasulullah". Lalu Rasulullah kembali bersabda, "Bawalah aku kepada mereka". Rasulullah berusah bangun dari tidurnya, tetapi tidak mampu. Maka para sahabat menyiramkan air tujuh qirbah (timba) ke tubuh Rasulullah hingga bangkit. Para sahabat pun membopong Rasulullah naik ke atas mimbar.

Jadilah khutbah tersebut khutbah terakhir dan doa terakhir. Rasulullah bersabda, "Wahai manusia, kalian mengkhawatirkanku". Mereka pun menjawab, "Ya, wahai Rasulullah". "Sesungguhnya tempat perjanjian kalian dengan aku bukanlah di dunia. Tempat perjanjian kalian denganku adalah di haudh (telaga). Demi Allah! Sungguh seakan-akan aku sekarang sedang melihat (tempat itu) di depan aku ini. Wahai manusia! Demi Allah, tidaklah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian. Tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian, sehingga kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya. Sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah berlomba-lomba mendapatkannya. Maka dunia itu akan membinasakan orang-orang sebelum kalian," kata Rasulullah.

Kemudian Rasulullah bersabda, "Allah.. Allah. Shalat. Allah.. Allah. Shalat". Maksudnya adalah bahwa Aku (Rasulullah) bersumpah demi Allah terhadap kalian agar kalian menjaga shalat. Rasulullah terus mengulang-ulangnya. Lantas bersabda,  "Wahai manusia, bertakwalah kalian tehadap kaum wanita. Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap kaum wanita". Inilah dua wasiat terakhir Rasulullah. Menyuruh kita untuk menjaga Shalat dan memuliakan kaum wanita.

Kemudian beliau bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada di sisi-Nya. Maka dia memilih apa yang ada di sisi-Nya".

Tidak ada yang bisa memahami siapakah yang dimaksud seorang hamba oleh Rasulullah tersebut. Padahal yang dimaksud Rasulullah adalah beliau sendiri. Allah telah memberikan pilihan kepada Rasulullah dan tidak ada seorang pun yang paham selain Abu Bakar As-shiddiq. Dan kebiasaan para sahabat adalah diam saat Rasulullah berbicara. Saat Abu Bakar mendengar perkataan Rasulullah, dia tidak mampu menguasai dirinya. Dengan serta merta dia menangis sesenggukan. Seketika itu pula Abu Bakar memotong perkataan Rasulullah seraya berkata, "Kami tebus Anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah. Kami tebus Anda dengan ibu-ibu kami wahai Rasulullah. Kami tebus Anda dengan anak-anak kami wahai Rasulullah. Kami tebus Anda dengan istri-istri kami wahai Rasulullah. Kami tebus Anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah". Abu Bakar mengulang-ngulangnya sementara para sahabat melihat kepadanya dengan pandangan heran. Bagaimana Abu Bakar berani memotong khutbah Rasululah ?

Rasulullah kemudian kembali bersabda,  "Wahai manusia, tidak ada seorangpun di antara kalian yang memiliki keutamaan di sisi kami melainkan kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar. Aku tidak mampu membalasnya, maka aku tinggalkan balasannya kepada Allah SWT. Setiap pintu menuju masjid ditutup kecuali pintu Abu Bakar tidak akan ditutup selamanya".

Kemudian mulailah Rasulullah berdo'a untuk mereka. Dan di akhir doanya, Rasulullah menambahkan, "Mudah-mudahan Allah menetapkan kalian. Mudah-mudahan Allah menjaga kalian. Mudah-mudahan Allah menolong kalian. Mudah-mudahan Allah meneguhkan kalian. Mudah-mudahan Allah menguatkan kalian. Mudah-mudahan Allah menjaga kalian".

Dan perkataan terakhir Rasulullah sebelum turun dari atas mimbar sambil menghadapkan wajahnya kepada umatnya dari atas mimbar adalah, "Wahai manusia sampaikan salamku kepada orang yang mengikutiku di antara umatku hingga hari kiamat". Setelah itu Rasulullah dibawa kembali ke rumahnya. Subhanallah..sungguh besar cinta Rasulullah kepada umatnya.

Masuklah Abdurrahman Ibnu Abu BAkar, dan di tangannya ada sebatang siwak. Rasulullah terus melihat ke arah siwak tersebut tetapi tidak mampu berkata apa-apa. Aisyah pun cepat tanggap. "Aku paham dari dua pandangan beliau bahwa beliau menginginkan siwak tersebut. Maka aku ambil siwak itu darinya (dari Abdurrahman Ibnu Abu Bakar). Kemudian aku letakkan di mulutku, agar aku melunakkanya untuk Nabi SAW. Kemudian aku berikan siwak tersebut kepada beliau. Maka sesuatu yang paling akhir masuk ke perut Nabi SAW adalah air ludahku," kata 'Aisyah. Lalu 'Aisyah berkata, "Termasuk sebuah keutamaan dari Rabb-ku atasku adalah Dia telah menggumpalkan antara air ludahku dengan ludah Nabi SAW sebelum beliau wafat".

Kemudian masuklah putri beliau Fatimah pada waktu dhuha di Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun 11 H. Fatimah langsung menangis saat masuk ke kamar Rasulullah. Dia menangis karena setiap kali dia masuk untuk menemui Rasulullah, beliau berdiri dan menciumnya diantara kedua matanya. Akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah bersabda kepadanya, "Mendekatlah kemari wahai Fathimah". Dan Rasulullah membisikkan sesuatu di telinganya, maka Fatimah pun semakin tidak kuasa menahan tangisnya. Dan Rasulullah kembali membisikkan sesuatu ke Fatimah, "Mendekatlah kemari wahai Fathimah". Usai mendapat bisikan dari Rasulullah, tiba-tiba Fatimah tertawa.

Maka setelah kematian Rasulullah, mereka bertanya kepada Fathimah. "Apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu hingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa," tanya para sahabat. Fathimah berkata, "Pertama kalinya beliau berkata kepadaku wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini. Maka aku pun menangis. Pada saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku. Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yang pertama kali akan bertemu denganku. Maka akupun tersenyum bahagia," tutur Fatimah.

Rasulullah memanggil Hasan dan Husein. Beliau menciumi keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Rasulullah memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ngulang wasiat itu.

Rasa sakitpun terasa semaikin berat, maka beliau bersabda, "Keluarkanlah siapa saja dari rumahku". Rasulullah melanjutkan, "Mendekatlah kepadaku wahai Aisyah". Beliau pun tidur di dada istrinya. Aisyah menuturukan bahwa Rasulullah mengangkat tangan seraya berkata, "Bahkan Ar-Rafiqul A'la. Bahkan Ar- Rafiqul A'la". Menurut 'Aisyah, Rasulullah disuruh memilih di antara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A'la.

Masuklah Malaikat Jibril menemui Rasulullah seraya berkata, "Malaikat maut ada di depan pintu. Meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorang pun sebelummu". Maka beliau berkata kepadanya, "Izinkan untuknya wahai Jibril". Masuklah Malaikat Maut seraya berkata,  "Assalamu'alaikum wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu Allah di akhirat". Maka Rasulullah bersabda, "Bahkan aku memilih Rafiqul A'la (Teman yang Tinggi). Bahkan aku memilih rafiqul a'la bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Yaitu para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya."

Aisyah menuturkan, Rasulullah bersandar di dadanya sebelum wafat. Sayup-sayup lirih 'Aisyah mendengar Rasulullah berdoa, "Ya Allah, ampunilah aku. Rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiqul a'la. Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la, Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la".

Berdirilah Malaikat Maut di sisi kepala Rasulullah dan berkata, "Wahai roh yang bagus, roh Muhammad Ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yang ridha dan tidak murka".

Sayyidah Aisyah berkata, "Maka jatuhlah tangan Rasulullah dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku. Dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat". "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Tidak ada yang aku perbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid. Di sana ada para sahabat, dan kukatakan bahwa Rasulullah telah wafat. Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali ibn Abi Thalib terduduk karena beratnya kabar tersebut. Ustman bin Affan seperti anak kecl menggerak-gerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Adapun Umar bin Khattab dengan lantang berkata, "Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku. Beliau hanya pergi menemui Rabb-nya, sebagaimana Musa pergi untuk menemui Rabb-nya".

Adapun orang yang paling tegar adalah Abu Bakar. Dia masuk ke dalam kamar Rasulllah.Abu Bakar memeluk tubuh Rasulullah dan berkata, "Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku". Abu Bakar tak lagi kuasa membendung air matanya. Kemudian Abu Bakar mencium Rasulullah dan berkata, "Anda sungguh mulia dalam keadaan hidup maupun dalam keadaan mati".

Keluarlah Abu Bakar menemui manusia dan berkata, "Barang siapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat. Dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati". Usai berkata demikian, Abu Bakar pergi meninggalkan para sahabat. Sahabat Rasulullah yang tua ini pun mencari tempat untuk menyendiri dan kembali menitikkan air mata.

Innalillahi wa innailaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah orang yang paling mulia. Orang yang paling kita kasihi dan kita cintai Rasulullah SAW pada waktu dhuha Hari Senin tanggal 12 Rabbiul Awwal Tahun 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. Semoga Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Allahumma sholli 'alaa Muhammad..........

(diolah dari berbagai sumber)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Cantik Yang Haram

Out of The Box 411 : Bunga Cantik Yang Haram “ …Pihak berwenang Hong Kong telah menyatakan empat dari orang-orang Cina tersebut sebagai orang-orang yang berbahaya karena mereka merupakan anggota masyarakat kriminal Cina yang dikenal sebagai Masyarakat Triad Pang Hijau yang sebelum tahun 1949 beroperasi di Cina Utara… ” – Diambil dari buku “ The Chinese Mafia ” – Ditulis oleh seorang pengacara Fenton Bresler yang melakukan investigasi ke berbagai negara selama 3 tahun khusus untuk mempersiapkan buku ini.

Jangan Lihat Sampulnya !

Wakidi : nanti kalau sholat jum'at, aku pengen pake baju terbaikku. Pengen pake parfumku yg paling mahal. Songkok terbaik dan juga sarung termahalku yang jarang tak pake . Saridin : Kok tumben... emang ada apa? Wakidi : Ya namanya mau menghadap Allah, masak mau asal-asalan?  

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.