Suatu ketika para penghuni surga mengadakan perundingan dengan para penghuni neraka diwakili oleh koordinator masing-masing. Guna menghilangkan kejenuhan, maka disepakatilah untuk membangun jembatan penghubung antara surga dan neraka. Dengan ketentuan, jarak antara surga dan nerakan dibagi menjadi dua. Separo dibangun para penghuni surga, dan separo lainnya dibangun para penghuni neraka. Waktu yang disepakati untuk proyek ini adalah 1 tahun.
Setahun kemudian, jembatan yang dari neraka menuju titik tengah sudah selesai dibuat. Sementara jembatan yang dari surga menuju titik tengah sama sekali tidak dikerjakan. Bahkan tanda-tanda dimulainya proyek saja belum. Maka koordinator penghuni neraka segera mendatangi surga untuk memprotes. Kepada koordinator penghuni surga dan semua anggotanya, koordinator penghuni neraka marah-marah. "Kalian semua telah ingkar janji. Omong kosong. Bagaimana mungkin orang-orang seperti kalian jadi penghuni surga," bentaknya.
Seluruh penghuni surga hanya terdiam. Tak satupun berani menegakkan wajahnya. Sampai akhirnya salah seorang di antara mereka memberanikan diri untuk mendatangi koordinator penghuni neraka. "Pak, bagaimana kami bisa membangun. Lha wong kontraktornya semua ada di neraka. Pengusaha materialnya juga di neraka. Insinyurnya juga di neraka. Apa Bapak tidak lihat, bahwa kami yang di sini hanya bisa berdoa semua Pak. Lha emang jembatan bisa jadi hanya dengan doa," kata orang itu.
Setahun kemudian, jembatan yang dari neraka menuju titik tengah sudah selesai dibuat. Sementara jembatan yang dari surga menuju titik tengah sama sekali tidak dikerjakan. Bahkan tanda-tanda dimulainya proyek saja belum. Maka koordinator penghuni neraka segera mendatangi surga untuk memprotes. Kepada koordinator penghuni surga dan semua anggotanya, koordinator penghuni neraka marah-marah. "Kalian semua telah ingkar janji. Omong kosong. Bagaimana mungkin orang-orang seperti kalian jadi penghuni surga," bentaknya.
Seluruh penghuni surga hanya terdiam. Tak satupun berani menegakkan wajahnya. Sampai akhirnya salah seorang di antara mereka memberanikan diri untuk mendatangi koordinator penghuni neraka. "Pak, bagaimana kami bisa membangun. Lha wong kontraktornya semua ada di neraka. Pengusaha materialnya juga di neraka. Insinyurnya juga di neraka. Apa Bapak tidak lihat, bahwa kami yang di sini hanya bisa berdoa semua Pak. Lha emang jembatan bisa jadi hanya dengan doa," kata orang itu.
whahahhaha, ijin share ya.
BalasHapusMonggo diseruput mawon. Royaltinya ditransfer aja yaaaa. Heheheeeeee
BalasHapus