Langsung ke konten utama

Penghuni Surga Ingkar Janji

Suatu ketika para penghuni surga mengadakan perundingan dengan para penghuni neraka diwakili oleh koordinator masing-masing. Guna menghilangkan kejenuhan, maka disepakatilah untuk membangun jembatan penghubung antara surga dan neraka. Dengan ketentuan, jarak antara surga dan nerakan dibagi menjadi dua. Separo dibangun para penghuni surga, dan separo lainnya dibangun para penghuni neraka. Waktu yang disepakati untuk proyek ini adalah 1 tahun.

Setahun kemudian, jembatan yang dari neraka menuju titik tengah sudah selesai dibuat. Sementara jembatan yang dari surga menuju titik tengah sama sekali tidak dikerjakan. Bahkan tanda-tanda dimulainya proyek saja belum. Maka koordinator penghuni neraka segera mendatangi surga untuk memprotes. Kepada koordinator penghuni surga dan semua anggotanya, koordinator penghuni neraka marah-marah. "Kalian semua telah ingkar janji. Omong kosong. Bagaimana mungkin orang-orang seperti kalian jadi penghuni surga," bentaknya.

Seluruh penghuni surga hanya terdiam. Tak satupun berani menegakkan wajahnya. Sampai akhirnya salah seorang di antara mereka memberanikan diri untuk mendatangi koordinator penghuni neraka. "Pak, bagaimana kami bisa membangun. Lha wong kontraktornya semua ada di neraka. Pengusaha materialnya juga di neraka. Insinyurnya juga di neraka. Apa Bapak tidak lihat, bahwa kami yang di sini hanya bisa berdoa semua Pak. Lha emang jembatan bisa jadi hanya dengan doa," kata orang itu.

Komentar

  1. whahahhaha, ijin share ya.

    BalasHapus
  2. Monggo diseruput mawon. Royaltinya ditransfer aja yaaaa. Heheheeeeee

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Cantik Yang Haram

Out of The Box 411 : Bunga Cantik Yang Haram “ …Pihak berwenang Hong Kong telah menyatakan empat dari orang-orang Cina tersebut sebagai orang-orang yang berbahaya karena mereka merupakan anggota masyarakat kriminal Cina yang dikenal sebagai Masyarakat Triad Pang Hijau yang sebelum tahun 1949 beroperasi di Cina Utara… ” – Diambil dari buku “ The Chinese Mafia ” – Ditulis oleh seorang pengacara Fenton Bresler yang melakukan investigasi ke berbagai negara selama 3 tahun khusus untuk mempersiapkan buku ini.

Jangan Lihat Sampulnya !

Wakidi : nanti kalau sholat jum'at, aku pengen pake baju terbaikku. Pengen pake parfumku yg paling mahal. Songkok terbaik dan juga sarung termahalku yang jarang tak pake . Saridin : Kok tumben... emang ada apa? Wakidi : Ya namanya mau menghadap Allah, masak mau asal-asalan?  

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.