Langsung ke konten utama

Wali Paidi (seri 3)

Kaligrafi Syeikh

 

Setelah beberapa hari di Indonesia, Wali Paidi berencana melakukan suluk nyepi ke gua di Gunung Arjuna sesuai perintah sang sulthonul aulia. Wali Paidi mulai berkemas untuk berangkat ke Gunung Arjuna. Berpres2 rokok sudah disiapkan mulai Dji Sam Soe, Gudang Garam dan Djarum sudah lengkap. Tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawanya.



Setelah sampai di kaki Gunung Arjuna, Wali Paidi mulai mendaki mencari gua yg dimaksud oleh sang sulthonul aulia. Pada hari yg ketujuh sejak pendakian, Wali Paidi akhirnya menemukan gua tersebut. Gua itu mulutnya kecil tertutup ilalang tapi dalamnya luas. Di pojok kiri ada sumber mata air dan di pojok kanan ada batu yg menyerupai meja yg kemungkinan oleh yg punya gua ini dulu dipakai untuk sholat.

Wali Paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yg mirip meja tsb, dan pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu. Ketika mandi hati Wali Paidi ini dg sendirinya berzikir dg cepat dan otomatis. Pengetahuan ruhani Wali Paidi semakin bertambah, hatinya berbunga2 tanpa dapat ia cegah. Nur bashirohnya semakin terang benderang. Setelah berwudlu’, Wali Paidi melakukan sholat di atas batu yg mirip meja itu, beratus ratus rokaat. Tanpa terasa telah berlalu dan Wali Paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok.

Wali Paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok. Panci sudah dikeluarkan dan rokok Dji Sam Soe refill sudah disiapkan. Tapi alangkah kagetnya Wali Paidi ini ketika mencari korek tidak ada. Ia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap aja korek tidak ditemukan.

Wadoh ciloko iki,” Wali Paidi bergumam sendiri.

Dia melihat kopi satu blek yg aromanya begitu harum dan berpres-pres rokok berbagai merk tergeletak di samping kopi.

Wes..wes..muspro kabeh iki, kok bisa koreknya gak kebawa,” kata Wali Paidi mulai kesal.

Satu dua hari dilalui Wali Paidi ini tanpa kopi dan rokok. Dan pada hari yg ketiga Wali Paidi mulai tidak tahan. Hatinya semeblak ketika melihat kopi dan rokok yg terkulai tak berguna.

Wali Paidi mulai membaca hizb. Semua hizb ia kerahkan dan setelah membaca asyfa' 3x, Wali Paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya. Dan…byarrr! Seluruh alam jin dan makhluk halus lainnya tampak sangat jelas. Terlihat oleh Wali Paidi, segerombolan jin di luar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua, Wali Paidi mendatangi bangsa jin yg terdekat dengan gua tersebut. Gerombolan jin yg melihat Wali Paidi datang, tampak ketakutan.

“Ada yg punya korek api,” tanya Wali Paidi kpd bangsa jin.

“Kami gak punya,” jawab mereka.

Wali Paidi lansung mengobrak-abrik tempat para jin tsb. Para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yg terluka. Selanjutnya Setiap tempat yg ada jinnya didatangi oleh Wali Paidi. Dan kalau ditanya jawabannya gak punya korek api, maka Wali Paidi ini lansung mengobrak-abrik tempat tersebut.

Gemparlah seluruh bangsa jin di Gunung Arjuna melihat sepak terjang Wali Paidi ini. Seluruh desa dan kota dari kerajaan jin di Gunung Arjuna ini telah di obrak-abrik oleh Wali Paidi. Nama Wali Paidi menjadi terkenal sebagai momok yg sangat menakutkan di kalangan bangsa jin.

Dan akhirnya tibalah Wali Paidi ini di pusat kerajaan bangsa jin. Ketika sampai di gerbang kerajaan, Wali Paidi disambut oleh 2 prajurit yg memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut Wali Paidi dan mengantarkan kepadanya.

Tampak wajah2 yg ketakutan di wajah prajurit jin ini melihat Wali Paidi. Dengan suara tergagap-gagap, prajurit ini mempersilakan Wali Paidi untuk masuk istana dan menemui raja mereka. Di dalam istana, raja jin yg bernama Ismoyo ini sudah menunggu kedatangan Wali Paidi. Setelah Wali Paidi masuk istana, Raja Ismoyo langsung turun dari singgasananya menyambut Wali Paidi dan mempersilahkan untuk duduk di sampingnya.

Dengan agak takut, Raja Ismoyo ini bertanya, “Hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba. Tuan telah mengobrak-abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yg sanggup melawan tuan. Apakah gerangan yg tuan cari, sehingga tuan murka begini? Mungkin hamba bisa membantu”.

Wali Paidi menjawab, “Aku mencari korek, apakah anda punya”.

Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dg erat bersiap kalau2 ada hal2 yg tdk di inginkan.

 

Bersambung…..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Cantik Yang Haram

Out of The Box 411 : Bunga Cantik Yang Haram “ …Pihak berwenang Hong Kong telah menyatakan empat dari orang-orang Cina tersebut sebagai orang-orang yang berbahaya karena mereka merupakan anggota masyarakat kriminal Cina yang dikenal sebagai Masyarakat Triad Pang Hijau yang sebelum tahun 1949 beroperasi di Cina Utara… ” – Diambil dari buku “ The Chinese Mafia ” – Ditulis oleh seorang pengacara Fenton Bresler yang melakukan investigasi ke berbagai negara selama 3 tahun khusus untuk mempersiapkan buku ini.

Jangan Lihat Sampulnya !

Wakidi : nanti kalau sholat jum'at, aku pengen pake baju terbaikku. Pengen pake parfumku yg paling mahal. Songkok terbaik dan juga sarung termahalku yang jarang tak pake . Saridin : Kok tumben... emang ada apa? Wakidi : Ya namanya mau menghadap Allah, masak mau asal-asalan?  

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.