Langsung ke konten utama

Sapi dan Wali

karikatur sapiAlkisah...

Suatu hari ada seorang warga Bangkalan, sebut saja namanya Sodiq, sedang punya hajat. Dia menyembelih seekor sapi besar sebagai hidangan untuk tamu.


Tamu undangan pun berdatangan. Tp acara blm juga dimulai karena sdg menunggu kehadiran Mbah Kyai Cholil untuk memimpin tahlil. Begitu datang, Mbah Kyai Cholil langsung memimpin tahlil.

Di luar dugaan, tahlilnya sangat singkat. Mbah Kyai Cholil hanya membaca fatihah, laa ilaaha illallah 3x, trus lgsg berdoa.

Si Sodiq sbg tuan rumah nggrundel. "Ga sumbut karo sapine. Tiwas tak tukokno sapi sing guede, lha kok tahlile mung ngono thok," kata Sodiq dlm hati.

Keesokan harinya, Mbah Kyai Cholil menyuruh santrinya untuk membeli sapi yg lebih besar dari yg disembelih Sodiq. Bahkan jauh lebih besar. Setelah dapat sapi, santri itu disuruh memanggil Sodiq menghadap Mbah Kyai Cholil sambil bawa timbangan besar.

Singkat cerita, Sodiq pun sowan Mbah Kyai Cholil bawa timbangan besar. "Aku tahu kamu kmrn kecewa. Skrg coba kau tulis laa ilaaha illallah tiga kali sama dg yg tak baca kmrn," perintah Mbah Kyai Cholil.

Setelah selesa menulis, Mbah Kyai Cholil mengatakan, "Kamu lihat sapi yg di luar itu? Ambillah sapi itu sbg ganti kekecewaanmu". Sodiq hanya bisa klecam-klecem.

"Sekarang coba kau timbang sapi itu," kata Mbah Kyai Cholil. Setelah sapi diletakkan di timbangan, lalu Mbah Kyai Cholil menyuruh Sodiq meletakkan kertas bertuliskan laa ilaaha illallah di sisi timbangan satunya. Tiba2....makjlegg!!! Timbangan yg ditumpangi kertas itu jauh lebih berat drpd sapi yg sngt besar.

Lalu Mbah Kyai Cholil bertutur, "Nak Shodiq, ketahuilah, bhw satu kalimat laa ilaaha illallah itu jauh lebih berat drpd dunia dan seisinya. Apalagi hanya seekor sapi".

Sodiq langsung ndelosor mencium tangan Mbah Kyai Cholil.

======================

Kisah itu mengingatkan akan dawuh Kanjeng Nabi kpd Ali bin Abu Tholib ra. "Ketahuilah Ali, bahwa lafadz laa ilaaha illallah itu jauh lebih berat drpd isi dunia sampai langit ketujuh".

Ya, begitulah dahsyatnya lafadz itu. Sayangnya, lafadz itu akan berbobot seperti dawuhe Kanjeng Nabi manakala diucapkan oleh orang2 yg sdh mencapai derajat al arif billah. Mengapa begitu? Karena bagi orang awam kebanyakan, lafadz itu belum memberikan dampak yg sungguh2 selain hanya sekedar sebuah ikrar ketauhidan sbg sebuah syarat masuk Islam. Sementara bagi al arif billah, lafadz itu betul2 menjadi sumpah penghambaan bhw semua selain Dia sungguh tidak layak dijadikan Tuhan. Bukan harta, bukan jabatan, bukan kedudukan, bukan uang, bukan status, bukan gelar, bukan keilmuan, bukan rupa, bukan keahlian dan bahkan bukan status. The God is Allah !!! Yaaa...Hanya Allah !!!


 

Alfaqir ilaa rahmatillah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Cantik Yang Haram

Out of The Box 411 : Bunga Cantik Yang Haram “ …Pihak berwenang Hong Kong telah menyatakan empat dari orang-orang Cina tersebut sebagai orang-orang yang berbahaya karena mereka merupakan anggota masyarakat kriminal Cina yang dikenal sebagai Masyarakat Triad Pang Hijau yang sebelum tahun 1949 beroperasi di Cina Utara… ” – Diambil dari buku “ The Chinese Mafia ” – Ditulis oleh seorang pengacara Fenton Bresler yang melakukan investigasi ke berbagai negara selama 3 tahun khusus untuk mempersiapkan buku ini.

Jangan Lihat Sampulnya !

Wakidi : nanti kalau sholat jum'at, aku pengen pake baju terbaikku. Pengen pake parfumku yg paling mahal. Songkok terbaik dan juga sarung termahalku yang jarang tak pake . Saridin : Kok tumben... emang ada apa? Wakidi : Ya namanya mau menghadap Allah, masak mau asal-asalan?  

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.