Langsung ke konten utama

Boikot : Jihad Jaman Now

Boikot Amerika? Woww….pasti keren banget tuh, Bro ! Gue sih oke-oke aja. Apalagi kalau aksi boikot ini ditandai dengan adegan teatrikal, dibikin termehek-mehek yang dramatis, dan dilakonkan secara kolosal. Andai gue jadi korlapnya, gue udah bayangin kalo gue bakal mendadak eksis. Yahhh…masuk kategori selebritislah. Kemana-mana bakal dikerubutin ABG alay, ada yang minta foto bareng, tanda tangan. Hmmm…..betapa asyiknya! Kapan mulai boikot, Bro?

Eiitttt….tunggu-tunggu Bro !!! Ngomong-ngomong, apanya nih yang mau diboikot? Negaranya? Orang-orangnya? Investasinya? Atau produknya? Coba deh, kita bicarakan dulu. Mumpung kita belum mulai boikot nih Bro, gue usul, kita nongkrong yuk di Starbucks. Haha…jangan sewot dululah Bro!



Gini-gini…gue jelasin! Aksi boikot ini kan masalah serius? Jadi wajar dong kalau kita bahas di Starbucks. Kayak biasanyalah. Loe kan tau siapa-siapa yang biasanya suka nongkrong di Starbucks. Mereka umumnya adalah kelas atas yang lagi ngebahas project besar. Gimana…bisa diterima kan? Udah deh, mending loe duduk aja. Gue pesenin Caramel Macchiatos buat loe, sama Espresso kesukaan gue. Deal?

Oke Bro…kita mulai! Jadi…kita mau boikot apanya nih? Negaranya? Kalau boikot negaranya, sekalian aja kita usir warga AS di Indonesia. Kita usir kedutaan & konsulatnya, termasuk para ekspatriat dan pelajar yang ada di sini. Dua tahun lalu, jumlah ekspatriat dari AS di sini hanya 2.658 orang. Di tahun yang sama, jumlah pelajar kita di sono 8.727 orang. Jumlah TKI yang di sono tahun ini hanya 313 orang. Kok lebih banyak orang kita yang di sana Bro?

Gimana kalau boikot investasi aja? Boikot investasi? Macam mana pula itu? Ya, maksudnya kita tolak investasi AS di sini, gitu Bro. Menurut catatan, total investasi AS di Indonesia sepanjang Januari – September 2017 mencapai sekitar US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 15,4 T. Tapi…duit segitu mah kecil jugalah untuk urusan G to G. Lha wong perputaran uang untuk bisnis narkoba di Indonesia aja setahun bisa mencapai Rp 73 T (dikendalikan 73 jaringan internasional yang beroperasi di Indonesia).

Yahhh…susah juga ya Bro? Aha…berarti alternatif terakhirnya kita, boikot produk aja. Coba deh kita hitung, apa aja produk Amerika atau semua yang berbau Yahudi. Yang gue inget sih Starbucks, McD, KFC, A&W, Coca-Cola, Sprite, Fanta, Pepsi, 7up, Marlboro, Lucky Strike, Sampoerna, Dji Sam Soe, Kit-Kat, Milo, Pizza Hut, Nestle, Estee Lauder, Scott, Danone, Tesco, Carefour, Carnation, Nescafe, Oreo, Ritz, Kraft, Sara Lee, Walt Disney, L’oreal, Jhonson & Jhonson, Koko Krunch, Mercedes, Ford, Harley Davidson, Hammer, Chevrolet, Jaguar, Levi’s, Lea, Calvin Klein, Converse, Caterpilar, Reebok, Nike, Boss, Ralph Lauren, Giorgio Armani, Wrangler, Bauer, 20th Century Fox Film, CNN, National Geographic, Fox TV Network, Energizer. Bro...bro! Busyet dah...malah ketiduran! Loe ngajak boikot serius ga sih?

Tapi, wajar juga sih Bro kalau loe sampai ketiduran. Kalau kita mau serius ngelist produk mereka, rasa-rasanya mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, nyaris dari mereka semua, Padahal yang kita list tadi tuh belum termasuk produk di bidang teknologi. Semisal IBM, Hewlett Packard, Microsoft,Google, Facebook, Whatsapp dan sederet produk teknologi lainnya.Seandainya saja mereka menyerang balik dengan melarang kita menggunakan produk-produk mereka gimana Bro? Ga usah jauh-jauh deh. Kita tidak diijinkan pake Fb sama WA aja, misalnya, bisa mati gue! Loe juga bonyok Bro! Lha wong falsafah orang jaman now itu "jangan sampai ibadah dan pekerjaanmu mengganggu jadwalmu bermedsos".

Coba dipikir lagi deh Bro! Tujuan gerakan boikot ini adalah untuk menusuk jantung Amerika yang didukung penuh Yahudi. Sementara Yahudi adalah simbol abadi imperialisme. Dalam kajian-kajian ilmu sosial, jantung imperialisme itu ada di 6 sektor kehidupan :

1. Produk industrial

2. Pasar finansial

3. Teknologi

4. Akses sumber daya alam

5. Informasi & komunikasi

6. Persenjataan

Cobalah kau tengok kehidupan kita hari ini. Dari 6 sektor strategis itu, di sektor mana kita punya kedaulatan? Semua sudah dikontrol dan dikendalikan mereka. Iya sih. Paparan ini bukan berarti tidak ada yang bisa kita lakukan. Bukan berarti harus menyerah apalagi ikut arus. Loe masih inget kan perjuangan Mahatma Gandhi melawan kolonialisme Inggris? Dengan Satyagraha dan Ahimsa-nya, Inggris berhasil dipojokkan dalam percaturan internasional hingga akhirnya terusir dari India. Yang perlu digarisbawahi dari perjuangan Mahatma Gandhi, bahwa perjuangan adalah sebuah proses panjang yang melelahkan. Karena itu butuh kesabaran. Bukan bim salabim ala pesulap Pak Tarno. Dan itu pula yang dicontohkan Kanjeng Nabi Muhammad saw. Ini "panggung kehidupan" Bro, jangan direduksi menjadi "panggung hiburan". Ini PERJUANGAN, bukan SANDIWARA. Kalau panggung hiburan, tentu ada yang dapat bayaran.

Mumpung gue lagi njadzab Bro, gue jelasin sekalian. Jika hari ini hampir semua sektor kehidupan telah dikunci oleh Yahudi, itu semata-mata bukan karena salah mereka. Gue tanya sekarang, apa loe pernah ngajarin kemandirian kepada orang-orang di sekitarmu? Apa loe pernah ngajarin makna kedaulatan? Mendorong orang untuk berdaulat dalam memilih produk dengan mempertimbangkan aspek nasionalisme. Sejelek-jelenya Pak Harto, Indonesia pernah mencapai swasembada pangan. Tapi sekarang? Boro-boro membangun ketahanan infrastruktur untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan, kesadaran untuk itu aja belum ada. Kita terlanjur asyik menjadi konsumen. Menjadi obyek peradaban. Ironisnya lagi, di saat ada yang coba membangunkan kesadaran berdaulat dalam berbangsa dan bernegara, masih saja ada yang menghalang-halangi dengan berbagai dalih. Ahhh...sudahlah Bro! Itu bagian dari tantangan perjuangan ketika harus menghadapi sekelompok orang yang memang ingin menjadikan hidup ini hanya sekedar panggung hiburan.

Tuh..kan? Setiap diajak ngobrol serius, loe mesti ngantuk. Okelah Bro...semua yang gue jelasin bukan urusan loe. Bagi loe, yang penting loe bisa mati syahid. Titik. Gitu kan? Gue setuju, bahwa kesyahidan adalah cita-cita mulia. Tapi apalah artiinya kesyahidan kalau yang loe lakukan itu hakekatnya hanyalah sebuah kekonyolan? Kesyahidanmu hanya akan jadi bungkus doang karena tidak akan merubah kondisi sedikitpun. Apa benar seperti itu makna syahid? Yang penting melawan sampai mati, ga peduli itu berdampak atau tidak terhadap keadaan yang sedang dilawan. Apa itu namanya bukan mati bunuh diri tapi dibungkus sebagai mati syahid?

Jujur nih Bro...gue diem-diem salut sama pemerintah. Tanpa gembar-gembor pake TOA, pemerintah membuat kesepakatan dengan Malaysia dan Thailand. Isinya, sepakat tidak menggunakan dolar AS dalam setiap transaksi perdagangan di antara ketiganya. Dan itu berlaku efektif per 2 Januari 2018 nanti. Padahal loe tau ga Bro...berapa nilai transaksi rata-rata di antara ketiga negara itu dalam setahun? Jumlahnyan mencapai US$ 1,2 triliun. Gila ngga tuh? Dan itu setara dengan separo dari nilai total perdagangan ASEAN.

Intinya gini lho Bro...melawan raksasa itu tidak harus head to head. Butuh kecerdasan, butuh strategi. Dan yang pastii butuh kesabaran. Pelan-pelan kita bangun kesadaran, lalu kesadaran itu konversikan dalam penataan infrastruktur sampai terwujudnya tatanan kemandirian dan kedaulatan yang tangguh. Justru yang ngajak head to head itu layak dipertanyakan. Dalam catatan sejarah dunia manapun, perlawanan terhadap AS yang dilakukan secara head to head, kebanyakan hanyalah bagian dari pementasan sebuah panggung hiburan belaka. Coba deh loe baca lagi buku-buku seperti Perang Asimetris karya Hendrajit, Beyond Terorism tulisan Hermawan Sulistyo dkk, Membongkar Kegagalan CIA karya Tim Weiner, Cornell Paper-nya Arnold C. Brackman, buku Intel hasil investigasi Ken Conboy, Al-Qaeda hasil penelusuran As'ad Said Ali (mantan wakil kepala BIN). Jadi Bro, ngono yo ngono ning ora usah koyok ngono.....

Mau nambah apa nih Bro? Blanded Raspberry Black Currant Juice? Double Shots Iced Shaken Espresso? Ristretto Bianco? Pink Yogurt Frappuccino? Atau kita geser aja ke Warung Kopi Mbah Tekluk?



@guslege

(mantan jurnalis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Cantik Yang Haram

Out of The Box 411 : Bunga Cantik Yang Haram “ …Pihak berwenang Hong Kong telah menyatakan empat dari orang-orang Cina tersebut sebagai orang-orang yang berbahaya karena mereka merupakan anggota masyarakat kriminal Cina yang dikenal sebagai Masyarakat Triad Pang Hijau yang sebelum tahun 1949 beroperasi di Cina Utara… ” – Diambil dari buku “ The Chinese Mafia ” – Ditulis oleh seorang pengacara Fenton Bresler yang melakukan investigasi ke berbagai negara selama 3 tahun khusus untuk mempersiapkan buku ini.

Jangan Lihat Sampulnya !

Wakidi : nanti kalau sholat jum'at, aku pengen pake baju terbaikku. Pengen pake parfumku yg paling mahal. Songkok terbaik dan juga sarung termahalku yang jarang tak pake . Saridin : Kok tumben... emang ada apa? Wakidi : Ya namanya mau menghadap Allah, masak mau asal-asalan?  

Lha Lak Thekor Aku !

Pagi itu Totok duduk selonjor di emperan halaman rumah saya. Ia duduk tepat di samping sepeda motornya yang sedang membonceng dua keranjang penuh sayuran. “Sayur…sayur,” teriaknya sembari mengelap tetesan keringat yang meluncur menelusuri ruas wajahnya. Ya, Totok adalah tukang sayur yang setiap pagi melintas di gang rumah. Usianya sekitar 30 tahunan. Karena sudah langganan, saya pun tahu dari istri bahwa dia sudah beranak dua. Yang pertama SMP, dan yang kedua masih duduk di bangku SD.